Ulasan mengenai perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dan hikmah yang bisa dipetik dari perjalanan mulia tersebut. – Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW merupakan kejadian yang sangat penting bagi umat Islam. Sebab, dalam perjalanan inilah nilai-nilai aqidah umat Islam diperjuangkan dan mulai dirintisnya masyarakat Islam yang berdaulat di kota Madinah. Berikut ini penelusuran lebih lanjut peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW 1. Makna Hijrah Nabi Muhammad SAW Ilustrasi kota Madinah tempo dulu Foto Republika Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi hijrah dalam bentuk nominal berarti perpindahan Nabi Muhammad SAW bersama sebagian pengikutnya dari Makkah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dari tekanan kaum kafir Quraisy, Makkah. Sedangkan dalam bentuk verbal, hijrah berarti berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu keselamatan, kebaikan, dan sebagainya. Dalam sudut pandang Islam, hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat semata, melainkan juga dipahami sebagai perpindahan dari satu situasi yang tidak baik ke situasi yang lebih baik. two. Kenapa Rasulullah Melakukan Hijrah? Ilustrasi pemandangan kota Makkah pada abad ke xi Masehi. Foto Ihram Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW didorong oleh beberapa faktor. Pertama, ketiadaan bantuan dan perlindungan dari sanak familinya, yaitu setelah wafatnya Abu Thalib. Kedua, beralihnya tampuk kepemimpinan Bani Hasyim ke tangan Abu Lahab yang sama sekali menolak memberi perlindungan kepada Nabi Muhammad SAW. Ketiga, besarnya tekanan yang dilancarkan orang-orang Quraisy terhadap kaum Muslimin. Dan kelima, kesediaan penduduk Madinah untuk menerima Rasulullah SAW dan membantu beliau menyiarkan Islam. three. Proses Hijrah Nabi Muhammad SAW Gua Tsur Foto Islami Menurut Dr Ahzami Samiun Jazuli dalam bukunya mengenai Hijrah dalam Pandangan Al-Quran, sebelum terjadinya hijrah, Nabi Muhammad SAW telah lebih dahulu mendapat petunjuk dari Allah SWT melalui mimpinya. Imam Muslim mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Aku melihat dalam tidur bahwa aku berhijrah dari Makkah menuju suatu tempat yang banyak terdapat pohon kurma. Aku mencoba menebak apakah itu Yamamah atau Hajar? Namun, ternyata, itulah Kota Yatsrib.” Shahih Muslim 2272. Menindaklanjuti petunjuk tersebut, Nabi Muhammad SAW memerintahkan para sahabatnya untuk segera berhijrah dan dilakukan secara bergelombang, baik secara sendiri-sendiri maupun berkelompok. Sedangkan Nabi Muhammad SAW akan segera menyusul setelah semua umat Islam berhijrah ke Madinah. Hal ini dilakukan karena Rasulullahi memahami bahwa yang dimusuhi oleh kaum kafir Quraisy adalah diri Beliau dan bukan kaum Muslimin. Kaum Quraisy berusaha menghalangi hijrah Nabi Muhammad SAW dengan menyiapkan strategi penangkapan terhadap Rasulullah SAW. Namun, rencana tersebut telah lebih dahulu diketahui oleh Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW pun memutuskan untuk menempuh rute jalan yang berbeda dari jalur yang biasa digunakan penduduk Makkah ketika hendak ke Madinah dan berangkat pada waktu yang tidak biasa, yakni sebelum fajar menyingsing. Perjalanan hijrah Rasulullah diawali dengan mengambil jalur menuju Gua Tsur yang berjarak sekitar 6-7 kilometer di selatan Makkah, sedangkan Madinah justru berada di sebelah utara Makkah. Keputusan ini diambil guna mengelabui kafir Quraisy yang berusaha mengejar dan menangkap Nabi Muhammad SAW. Di Gua Tsur ini, Rasulullah dan Abu Bakar tinggal selama kurang lebih tiga hari. Barulah setelah itu Rasulullah melanjutkan perjalanan hijrahnya menuju Madinah. iv. Hikmah dari Perjalan Hijrah Nabi Muhammad SAW Ilustrasi berdakwah. Foto IB Times Perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW sejatinya bukan sekedar perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya, tetapi sebuah perjalanan spiritual yang memiliki hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik sebagai umatnya. Beberapa pelajaran tersebut adalah sebagai berikut 1. Jika di suatu tempat terjadi kemunkaran dan umat Islam tidak mampu untuk mengubah kemunkaran tersebut, maka hendaknya ia tidak berdiam diri dan segera meninggalkan tempat itu. Namun, bila upaya perbaikan masih bisa diusahakan walaupun sedikit demi sedikit, maka tidak mengapa untuk bertahan di tempat tersebut dan beriktiar menumpas kemunkaran. 2. Selama berlangsungnya hijrah, Rasulullah SAW telah menunjukkan betapa rapinya Beliau dalam merancang dan menjalankan strategi dakwah. Meskipun dakwah ini pasti mendapat pertolongan dari Allah SWT tetapi Rasulullah SAW tetap menjalani semua sunnatullah hukum sebab akibat dalam keberhasilan dakwahnya sebagaimana manusia biasa lainnya. 3. Kegigihan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah terlihat jelas melalui usaha Beliau dalam mencoba berbagai inovasi baru dalam disertai dengan alasan-alasan yang relevan yang melatar-belakanginya. 4. Sebagai seorang pemimpin, Rasulullah SAW sangat bertanggung jawab dan memikirkan umatnya. Segala cara Beliau upayakan agar umatnya terhinar dari siksaan dan provokasi pihak lain. Bahkan, Nabi Muhammad SAW pula yang paling terakhir keluar dari Makkah setelah semua umat Islam selamat dalam hijrahnya menuju Madinah. miftah/ harapanamalmulia Sumber Republika, Ihram Hijrah merupakan peristiwa yang sangat penting bagi umat islam. Peristiwa Hijrah adalah penanda dibentuknya peradaban Islam di kota Madinah. Banyak hikmah yang dapat dipelajari dari peristiwa hijrah tersebut, sehingga sebagai umat muslim kita sudah selayaknya mengetahuinya. Makna Hijrah Hijrah, dalam kamus Al-Munawir Arab Indonesia, berarti pindah ke negeri lain, hijrah dan migrasi. Kata ini berasal dari kata dasar hajara-yahjuru yang berarti memutuskan dan meninggalkan. Sementara Kamus Besar Bahasa Republic of indonesia dalam bentuk nominal hijrahdiartikan dengan perpindahan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersama sebagian pengikutnya dari Makkah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dari tekanan kaum kafir Quraisy, Makkah. Dan dalam bentuk exact, berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu keselamatan, kebaikan, dan sebagainya. Hijrah adalah istilah yang sudah lama berkembang dalam kepustakaan Islam. Hal ini disebabkan karena sebutan hijrah itu mempunyai makna tersendiri lebih dari sekedar harfiyahnya. Hijrah membawa akibat yang sangat jauh dalam pemantapan ajaran Islam dilihat dari segi sosial, politik, ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Demikian jelas Ishom El Saha dalam Sketsa Al-Qur’an. Perpindahan ini bukan sekedar peralihan dari satu daerah ke daerah lainnya tetapi mengambil makna perpindahan dari satu situasi yang tidak baik ke situasi yang lebih baik. Demikian tulisnya lebih lanjut. Dari pengertian hijrah di atas, maka ada dua makna yang dapat diambil, yaitu hijrah makani perpindahan tempat, yakni dalam konteks fisik dan hijrah ma’nawi, yakni pada konteks non fisik. Peristiwa Hijrah Kapankah tepatnya beliau hijrah ke Madinah? Beragam informasi dijumpai pada kitab-kitab tarikh tentang peristiwa itu. Imam at-Thabari dan Ibnu Ishaq menyatakan, “Sebelum sampai di Madinah waktu itu bernama Yatsrib, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam singgah di Quba pada hari Senin 12 Rabi’ul Awwal tahun 13 kenabian atau 24 September 622 M waktu Dhuha sekitar jam atau Di tempat ini, beliau tinggal di keluarga Amr bin Auf selama empat hari hingga hari Kamis 15 Rabi’ul Awwal atau 27 September 622 M dan membangun masjid pertama; Masjid Quba. Pada hari Jumat xvi Rabi’ul Awwal atau 28 September 622 1000, beliau berangkat menuju Madinah. Di tengah perjalanan, ketika beliau berada di Bathni Wadin lembah di sekitar Madinah milik keluarga Banu Salim bin Auf, datang kewajiban Jum’at dengan turunnya ayat ix surat al-Jum’ah. Maka Nabi shalat Jum’at bersama mereka dan khutbah di tempat itu. Inilah shalat Jum’at yang pertama di dalam sejarah Islam. Setelah melaksanakan shalat Jum’at, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melanjutkan perjalanan menuju Madinah. Keterangan di atas menunjukkan bahwa Nabi tiba di Madinah pada hari Jum’at 16 Rabi’ul Awwal atau 28 September 622 M. Sedangkan ahli tarikh lainnya berpendapat hari Senin 12 Rabi’ul Awwal atau 5 Oktober 621 Grand, namun ada pula yang menyatakan hari Jum’at 12 Rabi’ul Awwal atau 24 Maret 622 M. Terlepas dari perbedaan tanggal dan tahun, baik hijriyah maupun masehi, namun para ahli tarikh semuanya bersepakat bahwa hijrah Nabi terjadi pada bulan Rabi’ul Awwal, bukan bulan Muharram awal Muharram ketika itu jatuh pada tanggal xv Juli 622 M. Faktor Hijrah Ada tiga peristiwa hijrah yang terjadi pada masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Hijrah pertama pada bulan Rajab tahun ke lima setelah kenabian, ke Habasyah, dilaksanakan oleh sekelompok sahabat yang terdiri dari dua belas orang laki-laki dan orang wanita, yang dipimpin Ustman bin Affan. Hijrah ini didorong oleh berbagai tekanan yang dilancarkan orang-orang Quraisy sejak pertengahan atau akhir tahun keempat kenabian, terutamu diarahkan kepada orang-orang yang lemah. Hari demi hari dan bulan demi bulan tekanan mereka semakin keras hingga pertengahan tahun kelima, sehingga Makkah terasa sempit bagi orang-orang Muslim yang lemah itu. Mereka mulai berpikir untuk mencari jalan keluar dari siksaan yang pedih ini. Dalam kondisi yang sempit dan terjepit ini, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan beberapa orang Muslim hijrah ke Habasyah, melepaskan diri dari cobaan sambil membawa agamanya. Habasyah atau sekarang Ethiopia suatu daerah di ujung Utara Afrika, merupakan daerah yang dikuasai oleh seorang raja yang adil bernama Ashamah An-Najasyi, tidak akan ada seorang pun teraniaya di sisinya. Peristiwa hijrah kedua pada bulan Syawwal tahun kesepuluh setelah kenabian, ke Tha’if, suatu daerah di sebelah tenggara Makkah, dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri dengan berjalan kaki bersama sahabat Zaid bin Haritsah. Hijrah ini dilaksanakan setelah terjadi dua peristiwa besar yang berpengaruh pada diri Rasullah, khususnya dan orang-orang Muslim pada umumnya, yaitu meninggalnya Abu Thalib, paman beliau. Abu Thalib benar-benar menjadi benteng yang ikut menjaga dakwah Islam dari serangan orang-orang yang sombong dan dungu. Peristiwa meninggalnya Abu Thalib ini terjadi pada bulan Rajab tahun kesepuluh dari kenabian. Kira-kira tiga bulan berselang setelah meninggalnya Abu Thalib, istri Rasulullah, Ummul Mukminin Khadijah Al-Kubra meninggal dunia pula, tepatnya pada bulan Ramadhan pada tahun kesepuluh setelah kenabian. Dua peristiwa ini menorehkan perasaan duka dan lara di hati Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Belum lagi cobaan yang dilancarkan kaumnya, karena dengan kematian keduanya mereka semakin berani menyakiti dan mengganggu beliau. Sehingga beliau hampir putus asa menghadapi mereka. Untuk itu beliau pergi ke Tha’if, dengan setitik harapan mereka, penduduk Tha’if, berkenan menerima dakwah atau minimal mau melindungi dan mengulurkan pertolongan dalam menghadapi kaum beliau. Sebab beliau tidak lagi melihat seseorang yang bisa memberi perlindungan dan pertolongan. Tetapi mereka menyakiti beliau secara kejam, yang justru tidak pernah beliau alami sebelum itu dari kaumnya. Karena penderitaan yang bertumpuk-tumpuk pada tahun itu, maka beliau menyebutnya sebagai Amul-huzni’ Tahun Duka Cita, sehingga julukan ini pun terkenal dalam sejarah. Peritistiwa hijrah ketiga menurut Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri terjadi pada tahun ke-14 setelah kenabian, ke Madinah sebelumnya disebut Yatsrib, yang jaraknya kurang-lebih 400 kilometer dari Makkah, dilakukan secara bergelombang. Diawali oleh Abu Salamah Radhiyallahu Anhu, kemudian diikuti oleh Mush’ab bin Umair Radhiyallahu Anhu, lalu disusul oleh para sahabat lainnya. Sedangkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri meninggalkan rumah beliau pada malam hari tanggal 27 Shafar menuju rumah sahabat sejatinya, Abu Bakar Radhiyallahu Anhu. Lalu mereka berdua meninggalkan rumah dari pintu belakang untuk keluar dari Makkah secara tergesa-gesa sebelum fajar menyingsing. Di antara hal yang mendorong Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk hijrah ke Madinah adalah ketiadaan bantuan dan perlindungan dari sanak familinya, yaitu setelah wafatnya Abu Thalib dan tampuk kepemimpinan Bani Hasyim beralih ke tangan Abu Lahab yang sama sekali menolak memberi perlindungan kepada beliau. Di samping itu juga, kesediaan penduduk Madinah untuk menerima Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan membantu beliau menyiarkan Islam. Setelah hijrah ke Madinah, posisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan sendirinya mengalami perubahan dan perkembangan. Kalau di Makkah beliau hanya berfungsi sebagai Rasul yang mengajak manusia mengesakan Allah ta’ala, sementara di Madinah beliau berperan tidak hanya sebagai sebagai Rasul tetapi sebagai pemimpin suatu masyarakat. Beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari peristiwa hijrah, antara laini. Hendaknya selalu berusaha mengubah kemunkaran sekuat tenaganya, dan jika tidak mampu maka hendaknya meninggalkan tempat kemunkaran itu dan tidak berdiam di tempat kemunkaran atau kemaksiatan tersebut. Tetapi selama usaha perubahan masih dapat dilakukan walaupun sedikit demi sedikit, maka tidak mengapa berdiam di sana sambil terus mengupayakan perbaikan. 2. Betapa rapinya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam merancang dan membuat “program” dakwah. Walaupun dakwah ini pasti akan ditolong oleh Allah Ta’ala dan beliau adalah seorang Rasul yang dijamin tidak akan dicelakai dan tidak akan dapat dikalahkan, tetapi beliau tetap menjalani semua sunnatullah hukum sebab akibat dalam keberhasilan dakwahnya sebagaimana manusia biasa lainnya. 3. Betapa luar biasanya usaha yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang selalu mencoba berbagai inovasi baru dalam dakwahnya. Terobosan-terobosan yang beliau lakukan ini nampak dari pemilihan berbagai tempat beserta alasan-alasan yang relevan yang melatar-belakanginya. 4. Sebagai pemimpin, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sangat memikirkan masyarakatnya. Segala cara beliau usahakan agar para sahabatnya tidak disiksa dan diprovokasi oleh pihak lain. Beliau pula yang paling akhir keluar dari Makkah setelah semua sahabatnya selamat. Dan mestinya masih banyak lagi i’tibar atau pelajaran yang dapat dipetik darinya. Semoga ulasan singkat ini bisa menjadi penggugah untuk memulai langkah awal menuju yang baik dan yang lebih baik. Amin. Sumber
SawKe Madinah Proses hijrah nabi Muhammad Saw ke Madinah menjadi peristiwa penting bagi umat Islam. Banyak hikmah yang terkandung dalam proses hijrah nabi Muhammad Saw ke Madinah. Berikut proses hijrah nabi Muhammad Saw ke Madinah. Umat Islam di Mekkah mayoritas telah hijrah ke Madinah, kecuali Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib. Keduanya- Dalam sejarah Islam, peristiwa hijrah kerap merujuk pada perpindahan Nabi Muhammad dari Mekkah ke Yatsrib atau Madinah pada tahun 622. Hijrah kaum muslimin ke Madinah dilakukan karena mengalami kesulitan, peminggiran, pengusiran, dan penzaliman oleh kaum kafir Quraisy di Mekkah. Perjalanan hijrah Rasulullah dan umat Muslim menggambarkan perjuangan menyelamatkan akidah yang mempunyai banyak apa saja hikmah yang terkandung dalam peristiwa hijrah Nabi Muhammad ke Yatsrib? Baca juga Alasan Nabi Muhammad Hijrah ke Madinah Hikmah di balik peristiwa hijrah Hijrahnya Nabi Muhammad dan umat Muslim merupakan peristiwa yang dikehendaki Allah. Kehadiran Nabi Muhammad di Madinah menandai era baru bagi perjalanan dakwah ini beberapa hikmah yang dapat diambil dari peristiwa hijrah Rasulullah ke Yatsrib. Menambah ketabahan dan keteguhan iman Umat Islam di Mekkah selalu mendapatkan tekanan berupa ejekan, hinaan, hingga siksaan dari kaum kafir Quraisy. Namun, tekanan yang diberikan tidak membuat umat Muslim tunduk terhadap kaum kafir. Peristiwa hijrah dari Mekkah ke Madinah tidak hanya menghindarkan umat Muslim dari ancaman kaum kafir Quraisy, tetapi juga menambah ketabahan dan keteguhan iman mereka. Baca juga Siapa Saja Tokoh yang Sangat Menentang Dakwah Nabi Muhammad?
Hijrahnabi muhammad dilakukan pada tahun 622 masehi dari mekah ke madinah. Source: toastnuances.blogspot.com. Hijrah kali ini, marilah kita menyingkap sejarah kisah perpindahan (hijrah) nabi muhammad ﷺ dari kota makkah menuju ke kota madinah untuk menyelamatkan islam daripadaditindas. Selain hijrah ke madinah, nabi muhammad saw juga pernah
Kumpulan Soal Pilihan Ganda Materi Dakwah Rasulullah SAW di Madinah1. Sebelum Nabi Muhammad SAW. datang ke Madinah nama kota Madinah adalah….a. Makkahb. Yamanc. Yatsribd. Qahirahe. HabasyahJawabanc. Yatsrib2. Sebelum Islam datang ke Madinah, kota ini memiliki dua suku, yaitu….a. Baduy dan Qibtyb. Quraidzah dan Kinanc. Quraisy dan Kilalahd. Aus dan Khazraje. umamah dan KinaahJawaband. Aus dan Khazraj3. Perang yang dilakukan kaum muslimin ketika membuat parit adalah….a. Perang Khandaqb. Perang Jamalc. Perang Uhudd. Perang Hunaine. Perang BadarJawabana. Perang Khandaq4. Nabi Muhammad SAW. melakukan haji terakhir Haji Wada pada tahun….a. 5 Hb. 3 Hc. 7 Hd. 10 He. 11 HJawabanc. 7 H5. Berikut strategi dakwah yang dijalankan Rasullah saw pada periode Madinah, kecualia. Dakwah dengan mendirikan masjidb. Dakwah dengan perjanjian dan bai’atc. Dakwah dengan pemaksaand. Dakwah dengan korespondensi dan utusan dengan raja-rajaJawabanc. Dakwah dengan pemaksaan6. Berikut hikmah di balik peristiwa hijrah ke Madinah, kecualia. Selamatnya Rasulullah SAW dari pembunuhan orang kafirb. Rasulullah dapat mendirikan akidah dan syariahc. Kekalahan agama Islam dan gagalnya mendirikan pusat pemerintahan Islamd. Menyebabkan jatuhnya Mekah dari kekuasaan kaum musrikin setelah Fathu Makkah.Jawabanc. Kekalahan agama Islam dan gagalnya mendirikan pusat pemerintahan Islam7. Kota Madinah terletak di sebelah utara Hijaz, atau 300 mil ± ... sebelah utara kota 445 KmB. 455 KmC. 465 KmD. 475 KmE. 485 KmJawabanE. 485 Km8. Kata Yatsrib menurut kamus Lisanul 'Arab berasal dari tsaraba yang artinya ...A. memujiB. menggembirakanC. memotivasi/menyemangatiD. suka memberi pertolonganE. mencela, mencerca, dan menjelek-jelekkanJawabanE. mencela, mencerca, dan menjelek-jelekkan9. Di Madinah terdapat lima kelompok suku yang saling berperang. Tiga dari suku Yahudi dan dua dari suku Arab. Berikut ini yang bukan merupakan suku yang tinggal di Madinah ...A. Bani NadhirB. Suku QuraisyC. Bani Qainuqa'D. Bani QuraidhahE. Suku Aus dan KhazrajJawabanB. Suku Quraisy10. Suku di Madinah yang menguasai wilayah yang luas dari perkebunan kurma dan menguasai kerajinan tangan adalah suku ...A. AusB. KhazrajC. QuraisyD. YahudiE. BaduwiJawabanD. Yahudi11. Suku di Madinah yang termasuk suku Yahudi adalah ...A. Suku Aus dan KhazrajB. Suku Quraisy, Aus dan KhazrajC. Suku Aus, Bani Qainuqa', dan Bani QuraidhahD. Bani Nadhir, Bani Qainuqa', dan Bani QuraidhahE. Suku Khazraj, Bani Qainuqa', dan Bani QuraidhahJawabanD. Bani Nadhir, Bani Qainuqa', dan Bani Quraidhah12. Suku di Madinah yang termasuk suku Arab adalah ...A. Suku Aus dan KhazrajB. Suku Quraisy, Aus dan KhazrajC. Suku Aus, Bani Qainuqa', dan Bani QuraidhahD. Bani Nadhir, Bani Qainuqa', dan Bani QuraidhahE. Suku Khazraj, Bani Qainuqa', dan Bani QuraidhahJawabanA. Suku Aus dan Khazraj 6 Berikut hikmah di balik peristiwa hijrah ke Madinah, kecuali. a. Selamatnya Rasulullah SAW dari pembunuhan orang kafir. b. Rasulullah dapat mendirikan akidah dan syariah. d. Menyebabkan jatuhnya Mekah dari kekuasaan kaum musrikin (setelah Fathu Makkah). c. Kekalahan agama Islam dan gagalnya mendirikan pusat pemerintahan Islam. - Sejumlah soal SKI kelas 10 semester 2 beserta jawabannya berikut ini bisa menjadi salah satu bahan latihan untuk menghadapi ujian Penilaian Akhir Tahun PAT.Soal-soal PAT SKI kelas 10 semester 2 dan jawabannya berikut berisi pertanyaan pilihan ganda terkait sejarah masa awal Islam hingga Kekhalifahan merujuk kepada materi SKI kelas 10 semester 2 yang terdapat dalam buku resmi terbitan Kemenag RI. Selain untuk persiapan menjelang ujian, berbagai soal PAT SKI kelas 10 semester 2 dan jawabannya di bawah juga bisa dipelajari untuk mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Soal PAT SKI Kelas 10 Semester 2 dan Jawabannya Berikut sejumlah contoh soal PAT SKI kelas 10 semester 2 beserta jawabannya di pilihan ganda yang tercetak tebal1. Sebelum kedatangan Islam, kehidupan sosial dan ekonomi penduduk Mekkah dapat dibilang cukup maju, tetapi terjadi kemerosotan moral di kota tersebut. Salah satu bukti kemajuan ekonomi di Mekkah pada waktu menjelang kedatangan Islam adalah....A. Terdapat kompetisi syair di Makkah B. Terdapat mata air zam-zam yang tidak pernah keringC. Banyaknya pengunjung kabah yang datang dari berbagai penjuru ArabiaD. Terdapat kebun kurma yang subur yang menjadi salah satu komoditi pertanianE. Terdapat pusat perdagangan pasar Ukaz yang ramai didatangi para pedagang ArabJawaban E2. Mayoritas penduduk Arab sebelum Islam menganut agama asli nenek moyang mereka yang diwujudkan dalam bentuk berhala atau patung. Masing-masing kabilah mempunyai sesembahan yang berbeda dengan kabilah yang lain. Contohnya berhala sesembahan dari kabilah Tsaqif di Thaif yang disebut....A. LattaB. UzzaC. HubalD. SamirriE. MannatJawaban A3. Baca dan cermati pernyataan-pernyataan berikut ini!1 Bangsa Arab hidup nomaden2 Bangsa Arab mempunyai tradisi keilmuan3 Bangsa Arab mulai hidup menetap4 Bangsa Arab gemar menjamu tamu5 Bangsa Arab gemar hidup mewah6 Bangsa Arab selalu menepati janji7 Bangsa Arab cinta dan setia pada adat dan tradisi kabilahnyaDari pernyataan-pernyataan di atas, yang merupakan budaya bangsa Arab sebelum Islam datang adalah....A. 1, 3 dan 4B. 2, 4 dan 6C. 1, 3 dan 7D. 1, 2 dan 6E. 1, 4 dan 7Jawaban E4. Struktur masyarakat Arab sebelum kedatangan Islam sudah terbagi menjadi dua, ada yang bermukim di kawasan pedalaman atau pedesaan dan hidup di perkotaan. Dalam hal perekonomian, banyak penduduk perkotaan melakukan perjalanan dagang, mereka sering disebut dengan....A. AhlussunnahB. AhlulbaitC. Ahlul JannahD. BaduwiE. Ahlul HadharJawaban E5. Bangsa Arab pada masa Rasulullah SAW rutin melakukan perjalanan dagang pada dua musim dalam setahun, yaitu pada musim panas ke Negeri ... dan musim dingin ke Negeri....A. Syam dan YamanB. Yaman dan HabasyahC. Habasyah dan PalestinaD. Palestina dan YatsribE. Yatsrib dan SyamJawaban A6. Setelah menerima wahyu yang kedua Rasulullah Saw memulai berdakwah dengan cara sembunyi-sembunyi, dan baru 3 tahun kemudian secara terang-terangan. Perintah pada Rasulullah SAW untuk berdakwah secara terang-terangan ada dalam ayat Al-Quran....A. QS Al-Hijr 15 94B. QS Al-Alaq 96 1-5C. QS Al-Muddatstsir 74 1-7D. QS Al-Lahab 11 1-5E. QS Al-Humazah 104 1-4Jawaban A7. Hijrahnya Rasulullah SAW ke Yatsrib Madinah diawali dengan sebuah peristiwa yang dikenal dengan perjanjian Aqabah. Di antara isi perjanjian Aqabah kedua adalah....A. Penduduk Yatsrib Tidak akan memfitnah dan menghasutB. Penduduk Yatsrib Tidak mencuri dan berzinaC. Penduduk Yatsrib siap dan bersedia melindungi Nabi Muhammad SAWD. Penduduk Yatsrib Meninggalkan membunuh anak-anakE. Penduduk Yatsrib Menyembah Allah SWTJawaban C8. Peristiwa yang melatarbelakangi hijrahnya Nabi Muhammad Saw dan umat Islam ke Yatsrib sekaligus batu loncatan dalam persiapan proses hijrah ke Madinah, adalah....A. HilfulfudhulB. Bai'ah aqabah 1 dan 2C. Perjanjian HudaibiyahD. Piagam MadinahE. Tahun GajahJawaban B9. Ada 4 orang khulafaur Rosyidin yang memimpin kekhalifahan Islam setelah Rasulullah Wafat. Khulafaur Rosyidin yang ketiga adalah....A. Ali bin Abi Thalib B. Usman bin Affan C. Umar bin KhattabD. Abu Bakar AssyidiqE. Umar bin Abdul AzizJawaban B10. Salah satu khulafurrosyidin yang bernama asli Abdullah Ibnu Abi Quhafah at Tamimi adalah…..A. Ali bin Abi Thalib B. Usman bin Affan C. Umar bin KhattabD. Abu Bakar AssyidiqE. Umar bin Abdul AzizJawaban D11. Tempat yang dijadikan tempat berkumpul dalam proses pemilihan pengganti Rasulullah sebagai khalifah adalah….A. Saqifah Bani quhafahB. Saqifah Bani HasanahC. Saqifah Bani Sa’idahD. Baitul HikmahE. Baitul MalJawaban C12. Sahabat dari golongan Anshar yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW dan juga tokoh terkemuka suku khazraj yang memimpin pertemuan untuk menentukan siapa yang akan menjadi khalifah setelah Nabi Muhammad wafat adalah.....A. Saad bin Abi WaqosB. Zubair bin AwwamC. Ubaidillah bin JarrahD. Zaid bin HaritshahE. Saad bin UbadahJawaban E13. Salah satu khulafurrosyidin yang mendapatkan julukan Dzun Nurain adalah....A. Abu Bakar AssyidiqB. Umar bin Khattab C. Usman bin AffanD. Ali bin Abi ThalibE. Umar bin Abdul AzizJawaban C14. Khalifah Ali bin Abi Thalib adalah seorang perwira yang tangkas, cerdas, tegas, teguh pendirian, dan pemberani. Di sisi lain, Ali bin Abi Thalib juga dikenal memiliki wawasan ilmu yang luas. Karena keluasan ilmunya itu, Ali bin Abi Thalib mendapat julukan....A. Dzun Nurain B. Assadullah C. Babul 'IlmD. AtiqE. AssidiqJawaban C15. Berikut ini yang termasuk kebijakan dari Khalifah Abu Bakar As Shidiq adalah..... A. Pembukuan Al-QuranB. Pengembangan wilayah IslamC. Mengeluarkan undang-undangD. Pembangunan fisikE. Pengangkatan pejabat negaraJawaban A16. Latar belakang diadakanya pembukuan Al-Quran pada masa Khalifah Abu Bakar As-syidik adalah....A. Banyaknya para penghapal quran yang gugur di medan perangB. Banyaknya para ulama pencatat AlquranC. Desakan dari kaum musliminD. Perintah dari RosulullohE. Banyaknya pemuda yang cerdasJawaban A17. Berikut ini merupakan sejumlah kebijakan Khalifah Umar bin Khattab, kecuali.....A. Pengembangan wilayah islamB. Mengeluarkan undang-undangC. Membagi wilayah pemerintahan D. Membentuk beberapa dewanE. Pengangkatan pejabat negaraJawaban E18. Salah satu kebijakan Khalifah Utsman bin Affan adalah.....A. Mengeluarkan undang-undangB. Pengembangan wilayah islamC. Membagi wilayah pemerintahanD. Standarisasi AlquranE. Membentuk beberapa Jawaban D19. Penarikan kembali tanah hadiah yang dihadiahkan Khalifah Utsman bin Affan kepada penduduk dengan menyerahkan hasil pendapatannya kepada Negara, dan memakai lagi sistem distribusi pajak tahunan di antara orang-orang islam, merupakan kebijakan dari khalifah.....A. Abu Bakar SidiqB. Umar bin Khattab C. Ali bin Abi ThalibD. Usman bin AffanE. Husen bin AliJawaban C20. Daulah Umayah adalah kekhalifahan islam pertama setelah masa Khulafaurrasyidin. Kekhalifahan Umayyah memerintah wilayah jazirah Arab dan sekitarnya pada tahun.....A. 661-750 M B. 662-750 M C. 663-750 MD. 661-751 ME. 662-750 MJawaban A21. Pendiri Daulah Umayyah 1 adalah....A. Yazid bin MuawiyahB. Marwan bin HakamC. Muawiyah bin Abi SufyanD. Ali bin Abi ThalibE. Umar bin KhattabJawaban C22. Berikut ini nama beberapa khalifah dari Dinasti Umayyah, kecuali.....A. Marwan bin al-HakamB. Walid bin Abdul Malik C. Abdul Malik bin MarwanD. Al-Musta'shim BillahE. Yazid bin Muawiyah Jawaban D23. Pada tahun 680 M, Yazid bin Muawiyah mengirim pasukan untuk memaksa Husein bin Ali menyatakan setia pada pemerintahan dinasti Umayyah, sehingga terjadi pertempuran, yang tidak seimbang yang kemudian hari itu terkenal dengan pertempuran.....A. Perang uhudB. Pertempuran shiffinC. Pertempuran karbalaD. Perang jamalE. Pertempuran HudaibiyahJawaban C24. Peristiwa yang mengukuhkan berdirinya Daulah Umayyah di Damaskus disebut....A. Perang ShiffinB. Amul JamaahC. Perang JamalD. Fitnah KubraE. TahkimJawaban B25. Berikut adalah jasa-jasa Walid bin Abdul Malik ketika menjabat sebagai Khalifah Daulah Umayyah, kecuali....A. Memperluas pengaruh Islam ke semenanjung IberiaB. Memperluas pengaruh Islam ke SamarkandC. Memperluas bangunan Masjid Nabawi di MadinahD. Pembangunan rumah sakit bimaristan pertama di dunia IslamE. Membangun perpustakaan Baitul HikmahJawaban E. - Pendidikan Kontributor SulthoniPenulis SulthoniEditor Addi M Idhom Axzca3.