Sebagaimanalaki-laki itu menghormati ibunya, istrinya pun belajar banyak hal melalui sikapnya, akhlaknya, kesabarannya, dan hal-hal lain. Banyak puisi yang mencitrakan hal-hal demikian, sebagaimana kumpulan sajak karya A. Mustofa Bisri, yaitu Sajak-sajak Cinta Gandrung dan Aku Manusia. Dari gambaran tersebut, ada dua perspektif.
To read the full-text of this research, you can request a copy directly from the has not been able to resolve any citations for this publication. Anwar EfendiProphetic Literature learning as a Medium to Develop Student Character. Recently, the character education mainstreaming has been boosted in the national education development. Substantially, the concept of character education is included in the formulation of the national education goals. Therefore, one important aspect in the context of character education is the collective consciousness of all parties involved in the activity. One attempt to develop character is through literature learning, including prophetic literature. Prophetic literature learning can provide joy of life and balance between thoughts and feelings. In such a way, students’ dignity is respected and they become whole human beings who possess knowledge, skills, good heart, and education goals, literature learning, character buildingHeri SupranotoAbstrak Mengacu kepada berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana yang dinyatakan dalam naskah konsep dan strategi implementasi pendidikan budaya dan karakter bangsa di SMA, pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui integrasi pada mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah. Pendidikan budaya dan karakter bangsa pada intinya bertujuan mengembangkan karakter setiap individu agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila; mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik; memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur; dan meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia. Proses ini melibatkan kerjasama seluruh warga sekolah. Sehubungan dengan itu, pendidikan budaya dan karakter bangsa di SMA dilakukan dengan pendekatan sistematik dan integratif dengan optimalisasi seluruh sumber daya pendukung yang ada di sekolah, keluarga, dan di masyarakat. Pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Pendidikan karakter mengandung tiga unsur pokok, yaitu mengetahui kebaikan knowing the good, mencintai kebaikan loving the good, dan melakukan kebaikan doing the good. Pendidikan karakter tidak sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah kepada peserta didik, tetapi lebih dari itu pendidikan karakter menanamkan kebiasaan habituation tentang yang baik sehingga peserta didik paham, mampu merasakan, dan mau melakukan yang baik. Jadi, pendidikan karakter membawa misi yang sama dengan pendidikan akhlak atau pendidikan moral. Kemendiknas, telah diidentifikasi 18 nilai karakter yang perlu ditanamkan kepada peserta didik yang bersumber dari Agama, Pancasila, Budaya, dan Tujuan Pendidikan Nasional. Kedelapan belas nilai tersebut adalah 1 religius, 2 jujur, 3 toleransi, 4 disiplin, 5 kerja keras, 6 kreatif, 7 mandiri, 8 demokratis, 9 rasa ingin tahu, 10 semangat kebangsaan, 11 cinta tanah air, 12 menghargai prestasi, 13 bersahabat/komunikatif, 14 cinta damai, 15 gemar membaca, 16 peduli lingkungan, 17 peduli sosial, 18 tanggung jawabPenikmat sastra dapat menikmati kumpulan puisi Negeri Daging karya dari A. Mustofa Bisri karena penyair menggunakan bahasa, diksi, dan majas yang universal sehingga menjadikan puisinya penuh makna dan estetis. Untuk peneliti selanjutnya dapat memperluasBisriBisri, berikut beberapa saran bagi berbagai pihak, sebagai berikut. Penikmat sastra dapat menikmati kumpulan puisi Negeri Daging karya dari A. Mustofa Bisri karena penyair menggunakan bahasa, diksi, dan majas yang universal sehingga menjadikan puisinya penuh makna dan estetis. Untuk peneliti selanjutnya dapat memperluasNuansa dan Simbol Sufistik Puisi-Puisi Karya Ahmada Mustofa Bisri". dalam Teosofi Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran IslamSaddhono KundharuDan HaniahKundharu, Saddhono dan Haniah. 2018. "Nuansa dan Simbol Sufistik Puisi-Puisi Karya Ahmada Mustofa Bisri". dalam Teosofi Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam. Volume 8. Nomor 1, Juni 2018. p-ISSN 2088-7957; e-ISSN 2447-871X; 2019. Maklumat Sastra Profetik. Yogyakarta Diva Hadjar Dewantara, Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka I PendidikanMajelis Luhur Persatuan TamansiswaMajelis Luhur Persatuan Tamansiswa. 2013. Ki Hadjar Dewantara, Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka I Pendidikan. Yogyakarta UST Penelitian Pengembangan Research dan Devolepment Bagi Penyususan Tesis dan DisertasiBudiyono SaputroSaputro, Budiyono. 2017. Manajemen Penelitian Pengembangan Research dan Devolepment Bagi Penyususan Tesis dan Disertasi. Yogayakarta Aswaja Pressindo diunduh tanggal 13 April Pendidikan Karakter Ala Gus Mus dalam Kumpulan Puisi Aku Manusia". dalam Prosiding Seminar BahasaWidowatiWidowati. 2019. "Nilai Pendidikan Karakter Ala Gus Mus dalam Kumpulan Puisi Aku Manusia". dalam Prosiding Seminar Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya dalam Perspektif Masyarakat halaman 217-236. Yogyakarta. 2mlxB.
  • dyg2kpy44d.pages.dev/247
  • dyg2kpy44d.pages.dev/251
  • dyg2kpy44d.pages.dev/388
  • dyg2kpy44d.pages.dev/247
  • dyg2kpy44d.pages.dev/378
  • dyg2kpy44d.pages.dev/237
  • dyg2kpy44d.pages.dev/85
  • dyg2kpy44d.pages.dev/125
  • dyg2kpy44d.pages.dev/39
  • puisi negeriku karya mustofa bisri